Total Tayangan Halaman

Sabtu, 26 Januari 2013

makalah kurikulum tersembunyi dan evaluasi kurikulum



KURIKULUM TERSEMBUNYI dan KURIKULUM EVALUASI


MAKALAH



Kelompok 11 :

·         Iwan Pranoto  (118620600129)
·         Luluk Ardiyani (118620600132)
·         Santi Meilo Sari (118620060155)




UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PGSD
2012




KURIKULUM TERSEMBUNYI dan KURIKULUM EVALUASI

MAKALAH


Diajukan untuk memenuhi persyaratan tugas mata kuliah sosiologi pendidikan  dari Ibu Fitria eka wulandari M.pd


Oleh :
·         Iwan pranoto (118620600129)
·         Luluk andriyani (118620600132)
·         Santy meilo sari (118620060155)








UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PGSD
2012




Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat allah SWT yang telah memberikan kesehatan pada kami semua sehingga makalah yang berjudul “Kurikulum tersembunyi dan Evaluasi kurikulum” ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Tersusunnya makalah ini semoga mendatangkan manfaat yang besar untuk kami semua terutama bagi penulis dan pembaca. Walaupun pada mulanya penyusunan makalah ini mengalami banyak kesulitan dalam menyatukan berbagai materi penting untuk disusun agar menjadi sebuah bacaan yang menarik untuk dibaca, namun alhamdulillah akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Tersirat  penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan makalah ini.
Besar harapan agar makalah ini dapat menjadi salah satu sumber belajar yang baik serta mendatangkan manfaat untuk seluruh pembaca. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan dan kelemahannya.
Oleh karena itu, adanya kritik dan masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan makalah ini sangat dinantikan. Semoga makalah ini dapat mendatangkan manfaat bagi kemaslahatan umat manusia, dan menjadi amal saleh bagi semua umat manusia.






Sidoarjo,  20 November  2012
                                                                                                          
                                                                                                          
                                                                                                                             Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I             PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ....................................................................................     1
1.2  Rumusan Masalah ...............................................................................     1
1.3  Tujuan .................................................................................................     1

BAB II            PEMBAHASAN
2.1   Kurikulum tersembunyi…………………….……………………….      3
2.2   Kurikulum dan Evaluasi…………………………………………….      4

BAB III          PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................................        7
Daftar Pustaka ...............................................................................................................        8











BAB1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kurikulum adalah suatu perangkat mata  diajarkan pada lembaga pendidikan.
Kurikulum tersembunyi atau kurikulum terselubung, secara umum dapat dideskripsikan sebagai “hasil (sampingan) dari pendidikan dalam latar selolah atau luar sekolah, khususnya hasil yang dipelajari tetapi tidak secara tersurat dicantumkan sebagai tujuan”. Kurikulum tersembunyi mencakup pemberian pendidikan untuk bidang kognitif, afektif dan ng berhubungan dengan pelakasanaan kurikulum yang direncanakan secara cermat maupun yang tidak sengaja direncanakan.
Evaluasi kurikulum dapat menyajikan informasi mengenai kesesuaian, efektifitas dan efisiensi kurikulum tersebut terhadap tujuan yang ingin dicapai dan penggunaan sumber daya, yang mana informasi ini sangat berguna sebagai bahan pembuat keputusan apakah kurikulum tersebut masih dijalankan tetapi perlu revisi atau kurikulum tersebut harus diganti dengan kurikulum yang baru. Evaluasi kurikulum juga penting dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar yang berubah. Karena hal itu makalah ini membahas akan pentingnya kurikulum tersembunyi dan kurikulum dan evaluasi.

1.2  Rumusan Masalah
·         Apa yang dimaksud dengan kurikulum tersembunyi ?
·         Apa hakikat dari kurikulum tersembunyi ?
·         Apa fungsi kurikulum tersembunyi ?
·         Apa yang dimaksud dengan evaluasi kurikulum?
·         Apa tujuan evaluasi kurikulum?
·         Apa saja dampak dari evaluasi kurikulum?
1.3  Tujuan
1.      Dapat memahami konsep kurikulum tersembunyi.
2.      Mengetahui hakikat kurikulum tersembunyi.
3.      Mengetahui fungsi dari kurikulum tersembunyi.
4.      Dapat memahami pengertian evaluasi kurikulum.
5.      Mengetahui tujuan evaluasi kurikulum.
6.      Mengetahui dampak-dampak dari evaluasi kurikulum.



















BAB II
PEMBAHASAN
2.1  KurikulumTersembunyi

1.         Konsep Kurikulum
Konsep kurikulum tersembunyi menurut Ballantine (18983 : 178 ), dikembangkan oleh Benson Snyder pada tahun 1971 dan digunakan dalam menjelaskan system informal.
                        Kurikulum tersembunyi sebagai konsep tetap digunakan namun pengertiannya diperluas menjadi sebagai suatu yang diajarkan dan dipelajari bersama dengan kurikulum resmi atau formal, melekat dalam aturan, regulasi, dan rutin tidak tertulis tentang perilaku dan sikap, seperti ketaatan kepada pihak yang berwenang dan norma berlaku umum, serta iklim, hubungan kekuasaan, dan konsekuensi yang tidak terantisipasi. Kurikulum tersembunyi memperlihatkan, misalnya bagaimana pelajaran – pelajaran yang diperoleh para murid atas pernyataan bahwa mereka merupakan bagian dari suatu komunitas, seperti konsepsi tentang rapi yang akan diajarkan, pada umumnya berdasarkan nilai – nilai yang dianut oleh kelompok menengah keatas.
2.         Fungsi
Walaupun kurikulum tersembunyi memberikan sejumlah besar pengetahuan pada siswa, ketidaksamaan yang diakibatkan kesenjangan antar kelas dan status sosial sering menimbulkan konotasi negatif. Sebagai contoh, Pierre Bourdieu menegaskan bahwa modal yang berhubungan dengan pendidikan harus dapat diakses untuk meningkatkan prestasi akademik. Efektivitas dari sekolah akan menjadi terbatas bila kapital jenis ini didistribusikan secara tidak merata. Karena kurikulum tersembunyi dianggap sebagai suatu bentuk modal yang berhubungan dengan pendidikan, maka kurikulum tersebut menghasilkan ketidakefektifan sekolah ini sebagai hasil dari ketidakmerataan distribusinya. Sebagai cara dari kontrol sosial, kurikulum tersembunyi mempromosikan persetujuan terhadap nasib sosial tanpa meningkatkan penggunaan pertimbangan rasional dan reflektif Menurut Elizabeth Vallance, fungsi dari kurikulum tersembunyi mencakup "penanaman nilai, sosialisasi politis, pelatihan dalam kepatuhan, pengekalan struktur kelas tradisional-fungsi yang mempunyai karakteristik secara umum seperti kontrol sosial." Kurikulum tersembunyi dapat juga diasosiasikan dengan penguatan ketidaksetaraan sosial, seperti terbukti dalam perkembangan hubungan yang berbeda terhadap modal yang berdasar pada jenis kerja dan aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan yang diterapkan pada siswa jadi berbeda-beda berdasarkan kelas sosialnya.
2.2         Kurikulum Evaluasi
1.      Evaluasi Kurikulum adalah proses peninjauan kembali rancangan, implementasi, keluaran dan dampak sebuah kurikulum pada setiap tahap operasionalnya.
Evaluasi kurikulum dapat di pahami secara holistic dan parsial. Secara holistic, evaluasi kurikulum berarti evaluasi pendidikan secara menyeluruh, meliputi;

a.       Isi atau substansi
b.      Proses pelaksanaan program pendidikan
c.       Kompetensi lulusan
d.      Pengadaan dan peningkatan kemampuan tenaga kependidikan
e.       Pengelolaan (manajemen) pendidikan
f.       Sarana dan prasarana
g.      Pembiayaan, dan
h.      Penilaian pendidikan
Adapun secara parsia, evaluasi kurikulum meliputi sebagian komponen dari semua yang dijelaskan di atas, menyangkut penilaian hasil belajar, yang pada gilirannya diharapkan dapat memperbaiki cara belajar peserta didik dan perbaikan program pembelajaran.
1.      Dampak Evaluasi Kurikulum pada Proses di Sekolah
Dampak evaluasi kurikulum secara nasional dapat memiliki dampak negative dan positif

a.       Dampak negative evaluasi kurikulum

Secara nasional dampak evalusi kurikulum meliputi:
1.      Dampak terhadap proses KBM
Evalusi kurikulum nasional dimaksud standar kelulusan siswa secara nasional pula, maka ia akan menimbulkan beberapa dampak terhadap proses belajar mengajar di sekolah, antara lain satu, sekolah tidak lagi menjadi lembaga pendidikanbyang mentransmisikan nilai dan norma yang dipandang penting dalam menghadapi kehidupan. Kalaupun transmisi nilai dan norma ini dilakukan, itupun hanya sampai pada semester pertama kelas 2. Karena pada semester kedua kelas 2, sekolah akan mempersiapkan siswa menguasai materi ujian nasional. Konsekuensinya sosialisasi siswa di sekolah tidak sempurna.
2.      Dampak terhadap Hubungan Sosial antara Guru dan Murid
Ujian nasional telah menciptakan stratifikasi social terhadap guru oleh para siswa. Semua guru dibuat stratifikasi social berdasarkan atas dua kelas, yaitu kelas mata pelajaran yang ikut diuji pada ujian nasional dan kelas mata pelajaran ynag tidak ikut dalam ujian nasional. Perbedaan kelas ini memberikan dampak pada sikap, prilaku, dan tindakan terhadap guru oleh para siswa. Dalam stratifikasi social ini, guru yang mengajar maa pelajaran ikut diuji memperoleh perhatian, penghormatan, dan ketundukkan yang lebih besar dibandingkan dengan guru yang yang mengajar mata pelajaran yang tidak ikut dalam ujan nasional. Keadaan ini selanjutnya memberikan dampak terhadap kemampuan guru untuk memotivasi dan menasehati siswa serta sebaliknya kepatuhan siswa terhadap motivasi dan nasihat yang diberikan guru.
3.      Dampak pada Nilai dan Norma
Evaluasi kurikulum nasional yang bertujuan untuk mengetahi pencapaian standar kelulusan secar nasional serta sekaligusrihan kualitas peserta didik dan sekolah secara nasional memberikan dampak pada penggembosan, pengikisan, dan destruksi terhadap nilai dan norma yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.

b.      Dampak positif evaluasi kurikulum
Sistem penerimaan siswa baru melalui seleksi peringkat nilai evaluasi secara nasional yang bersifat murni, memberikan dampak positif. Sebab system ini memberikan peluang dan kesempatan yang adil kepada seluruh peserta didik untuk memasuki sekolah lanjutannya sesuai dengan kemampuan ynag mereka miliki. Melalui pola ini dimungkinkan anak-anak dari kelurga miskin bisa menikmai pendidikan di sekolah yang bermutu karena prestasi sang anak sendiri.





















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Kurikulum tersembunyi adalah menjadi sebagai suatu yang diajarkan dan dipelajari bersama dengan kurikulum resmi atau formal, melekat dalam aturan, regulasi, dan rutin tidak tertulis tentang perilaku dan sikap, seperti ketaatan kepada pihak yang berwenang dan norma berlaku umum, serta iklim, hubungan kekuasaan, dan konsekuensi yang tidak terantisipasi. Sedangkan evaluasi kurikulum dapat digunakan secara holistic dan persial yang memiliki dampak positif dan negatif dalam pendidikan.















DAFTAR PUSTAKA
Damsar.2011.Pengantar Sosiologi Pendidikan.Kencana.Prenada Media Group:Jakarta
Fadilla, agung.2012.Evaluasi Kurikulum dalam agungfadlillah.blogspot.com.20 November 2012
Afwan, syafuri.2011.Kurikulum Tersembunyi dalam ifhunk.blogspot.com.19 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar